Novel Online: Tak Ada Lagi Kita (Bab 9)


“Baru datang, Danu? Yuk masuk dulu!” sapa Stevani sambil berjalan menghampiri Azka yang berdiri tak jauh dariku.

“Sekalian nunggu Ana aja. Katanya sudah dekat,” jawabku sambil tersenyum. Aku menolak halus ajakannya. Rasanya canggung kalau harus masuk ke dalam rumah berdua saja, walaupun ada Azka di sana.

Tak lama kemudian, suara mobil terdengar dari arah belakang. Aku menoleh. Mobil Ana berhenti tepat di belakang mobilku. Jendela sisi pengemudi perlahan diturunkan.

"Sudah datang, Bang?" sapa Ana dari balik kemudi.

"Iya, baru saja," jawabku singkat. Kulihat Ana turun dari mobil dengan penampilan yang seperti biasa—tepat dan memikat. Kali ini dia mengenakan dress merah maroon yang anggun, dengan aksen hitam di bagian pinggang dan lengannya. Hijab yang dikenakannya pun selaras, perpaduan motif abstrak hitam dan merah yang menambah kesan elegan. Tas jinjing hitam bertengger manis di tangan kirinya.

Dia lalu berjalan ke arahku dan menyapa Azka.

"Assalamualaikum, anak ganteng," sapa Ana pada Azka.

"Waalaikumsalam, Tante Ana cantik," jawab Azka spontan. Entah kenapa, aku terkekeh mendengarnya. Ana menoleh cepat dan melemparkan tatapan tajam yang mencoba disembunyikan di balik senyum.

"Pesananku dapat?" tanyanya padaku.

"Oh iya, masih di mobil. Aku ambil dulu." Aku baru teringat pada oreo cheese cake yang sengaja kubeli di toko langganan Ana sebelum datang ke sini. Aku pun berjalan menuju mobil, sementara Ana menghampiri Stevani dan saling berpelukan hangat. Aku sempat berpikir, kenapa ya perempuan sering berpelukan dan cipika-cipiki tiap kali bertemu, seolah tak bertemu bertahun-tahun, padahal mungkin baru kemarin mereka ngobrol lewat telepon.

"Danu, kami masuk dulu. Nanti langsung menyusul saja ke dalam," ujar Stevani dari ambang pintu. Aku hanya mengangguk dan melihat mereka menghilang ke dalam rumah sebelum sempat membalas.

Setelah mengambil kue dan memastikan pintu mobil terkunci, aku menyusul mereka masuk. Namun, ruang tamu tampak kosong. Aku melangkah perlahan ke bagian dalam rumah.

Kulihat Azka duduk di sofa yang menghadap televisi. Sofa berwarna abu-abu itu tampak empuk dan nyaman. Di bawahnya terbentang karpet dengan warna senada, menambah kesan hangat pada ruangan. Sebuah rak buku dan rak mainan berwarna putih menempel rapi di dinding seberang, menghadap ke ruang tamu. Sekali lagi, aku menangkap kesan sederhana namun tertata dengan baik di ruangan ini.

"Sini, Om Danu!" seru Azka saat melihatku. Aku pun melangkah masuk ke ruang keluarga. Pandanganku langsung tertuju pada Ana dan Stevani yang tampak sibuk di dapur, yang letaknya di belakang ruang keluarga dan terhubung langsung dengan taman belakang—sama rapi dan terawatnya dengan taman depan.

Di antara sofa tempat Azka duduk dan dapur, terdapat meja makan persegi panjang berukuran sedang dengan enam kursi mengelilinginya. Di atas meja itu telah tersaji berbagai hidangan. Aku meletakkan kue yang kubawa di antara hidangan lainnya. Dalam hati aku bertanya-tanya, jadi ini pesta ulang tahun Azka?

"Apa ini, Om?" tanya Azka yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingku. Dia menatap penasaran ke arah kotak kue di atas meja.

"Kue buat Azka," jawabku singkat sambil tersenyum.

"Benarkah? Terima kasih, Om Danu!" Sekali lagi dia memelukku. "Boleh Azka membukanya?"

"Boleh. Sini, Om bantu,"

Kami membuka kotak kue bersama. Saat tutup kotak terangkat, mata Azka langsung berbinar.

"Oreo cheese cake! Azka suka banget oreo cheese cake!" serunya riang. Ia berlari ke dapur, menyeret tangan Stevani ke meja makan. Ana berjalan mengikuti mereka dengan senyum puas di wajahnya.

"Itu dari Om Danu dan Tante Ana," kataku, menjelaskan bahwa ide membeli kue ini berasal dari Ana.

"Terima kasih, Tante Ana." Azka tersenyum ke arah Ana.

“Azka senang?” tanya Ana pada Azka yang masih saja terpukau memandangi kue di hadapannya.

“Senang sekali!” jawabnya antusias, dengan senyum lebar yang kembali merekah di wajahnya.

“Selamat ulang tahun, ya,” ucap Ana lembut sambil mengusap kepala Azka penuh sayang.

Di tengah euforia kebahagiaan itu, tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu depan.

Assalamualaikum.”

Suara itu terdengar jelas dan mantap, menghentikan sejenak percakapan di meja makan.

Mendengarnya, Azka langsung berlari ke ruang tamu, meninggalkan kue ulang tahun yang sejak tadi tak lepas dari pandangannya.


<<< Baca bab sebelumnya

Baca bab selanjutnya >>>


***

Catatan penulis:

Halo! Salam kenal semua.

Perkenalkan, saya Asri M. Lestari. Blog ini saya buat khusus sebagai rumah bagi karya-karya fiksi saya, sementara blog utama saya bisa dikunjungi di www.asrilestari.com

Tak Ada Lagi Kita adalah novel online yang pertama saya selesaikan. Saat ini, novel ini tayang di KBM App dan sudah tamat. Rencananya, novel ini akan saya unggah di blog ini secara bertahap, satu bab setiap minggu pada hari senin. Bagi kalian yang tidak sabar ingin membaca sampai selesai, kalian bisa langsung membacanya di link ini. Tenang saja, novel ini tidak berbayar kok.

Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca BAB 9 ini sampai akhir.

Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, kritik, atau saran. Dukungan dari kalian akan sangat berarti dan membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya.

Komentar

  1. Wah jadi semakin penasaran, siapa yang datang? Mengapa Azka yang awalnya antusias denga Oreo chese cake kok malah memilih pergi untuk menyambutnya. Ditunggu ceirita selanjutnya ya Kak

    BalasHapus
  2. Aska suka sekali dengan orang cheese cake tapi tamu di depan ternyata bisa menghasilkan perhatian dari kue favoritnya itu saya jadi pengen tahu siapakah yang datang karena sebegitu pentingnya bagi Aska sampai meninggalkan kue ulang tahunnya tersebut

    BalasHapus
  3. Waduh, langsung kaget dong si azka, sampe ditinggalin itu kue favoritnya gitu aja. Siapakah gerangan yang datang?
    Apakah a. Bapaknya dia? atau b. Tukang Galon? hahhaha

    Aduh, makin kesini ceritanya makin seru untuk dibaca. Can't wait for the next chapter. (Sy bacanya pas di-bw-in aja ya, hahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya euyy kepooo
      kareena kayak gupuh gituu.
      Gupuh ya apa ya bahasa Indonesianya😷🫣
      yg jelas ini konfliknya makin ciamik

      Hapus
  4. Kayaknya yang datang papanya Azka. makanya, dia mengabaikan Oreo Cheese Cake-nya dan berlari menyambut papanya yang mungkin sudah lama nggak bertemu. Sotoy akutuh.

    BalasHapus
  5. Duduh duhhhh pinter banget ini menggal ceritanyaaa hehehe...
    Jadi penasaran siapa nie yang datang..tebakannku sie mungkin bapaknya yang ternyata dulu adalah sahabat dekat si danu wkwkwk semacam deng denggg gt gak sie hehehe...

    BalasHapus
  6. Makin menarik ceritanya, mau lanjutbke bab selanjutnya eh... Belum bisa di klik jadi ya harus bersabar dan nyicil bacanya per bab.
    Pasti kejutan nih yang datang selanjutnya siapa

    BalasHapus
  7. baca komen si fajar, auto ngakak... bisa2nya tukang galon wkwkwkwkwkwkwk...

    feelingku sih yg datang bapaknya ;p .. cepet lanjutiiiin mbaaaa ^o^... beneran ih, ceritanya bikin penasaran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang unpredictable sekali komen Mas Fajar. Ko bisa-bisanya tukang galon dibawa-bawa :) salah apa dia... wkwkwk

      Makin ke sini makin bikin penasaran aja series dari Tak Ada Lagi Kita ini. Bersabar deh nungguin chapter selanjutnya

      Hapus
  8. sepertinya yang datang adalah tamu istimewa. Buktinya Azka langsung berlari menyambut, bahkan meninggalkan kue ulang tahunnya. Apakah Bayu? Papanya Azka? Tapi bisa juga badut yang datang. Siapa tahu mamanya ingin membuat Azka semakin gembira di hari ulang tahunnya.

    BalasHapus
  9. Hayo loh Azka, siapa yang datang. Sampe teralihkan dari kue yang disukai nih. Berarti seseorang yang amat sangat sepesial sepertinya yang bakalan datang. Apakah Stevani akan rujuk atau malah menikah dengan orang lain? Penuh tanda tanya hehehe
    Semoga kelanjutannya segera tayang supaya menjawab rasa penasaran.

    BalasHapus
  10. Di dalam cerita tak ada Bapaknya Azka. Jadi aku tebak mungkin yang ucap salam itu Bapaknya. Atau jangan-jangan om lain yang merupakan pria baru ibunya? :D

    BalasHapus
  11. Huaa, siapa ya.. Pada penasaran banget siapa yang dateng. Kok feelingku malah si Anjani, wkwkw... Atau si Stev ini nikah lagi setelah bawa kabur uangnya ya.. Penisirin banget dah!! :D

    BalasHapus
  12. Lah Azka kok kue ulang tahunnya ditinggalin? Sini kasih aunty Fenni, biar aunty yang makan, kamu tolong lihat dan buka pintu ya siapa yang datang. Siapa tahu itu petugas sensus yang mau cek hehe

    BalasHapus
  13. Jadi siapa yang datang hhingga membuat perhatian Azka segera teralihkan pada suara tersebut? Hingga Azka meninggalkan begitu saja cake yang sudah dibawakan Danu untuknya. Duuh jadi penasaran nih....Ana dan Danu gimana yaa reaksinya setelah melihat siapa yang datang,,,hehehe

    BalasHapus
  14. Salut dengan tokoh Danu yang mempertahankan etika dan adab ketika bertamu. Walaupun ada anaknya, tapi memilih nunggu di luar aja daripada harus masuk ke rumah yang isinya seorang perempuan dewasa' dengan seorang anak.

    Jaman sekarang sudah jarang yang bertamu berpikir seperti itu lho. Khususnya di kehidupan yang serba modern

    BalasHapus
  15. jadi penasaran pada kelanjutan ceritanya, pada sosok yang sedang ditunggu-tunggu. ini menjadi kesempatan bagi pembaca untuk menduga-duga saja tanpa tahu sosok yang dimaksud

    BalasHapus
  16. wah siapa nih yang datang yang bikin Azka sampai meninggalkan kue favoritnya? Beneran bikin penasaran nih ceritanya

    BalasHapus
  17. Tambah deg deg an eh, siapa sih yang datang? orang istimewa ibunya Azka atua justru orang dari masa lalu Danu ya?

    BalasHapus
  18. Walaaah. Baru mau makan kue oreo cheese cake, malah ada tamu tak diundang. Wkwwk. Siapa nih? Mantan atau tetangga sebelah yg lagi mau minta kue? Hehe.

    Ga sabar niih. Pengen lgsg baca sekaligus deh jadinya.

    BalasHapus
  19. Manis banget interaksi Azka sama Om Danu dan Tante Ana waktu buka kotak kue. Ikut berbinar juga pas Azka kesenangan liat oreo cheese cake-nya. Tapi pas di akhir langsung ikutan deg-degan pas ada suara salam dari depan. Siapakah gerangan? Semoga bukan konflik yang bikin tambah rumit pliiiss...

    BalasHapus
  20. Duh siapa ya yang datang, apakah bikin suasananya jadi tidak menyenangkan karena akan ada konflik?

    BalasHapus
  21. Azka anaknya ramah dan cerdas.
    Pasti ada sebabnya kenapa langsung BM.
    Jadi sebel sama yang ruin his mood..
    Hahaha.. kenapa aku yang ngomel ngomel...?!?

    BalasHapus
  22. Hmmm jadi siapa tu tamunya sampai Azka se-excited itu bahkan rela meninggalkan kuenya? :D
    BTW ini pelayanan klien EO/WO-nya mbak Ana ini menarik juga yaa, sampai bela2in lho untuk merayakan ultah anak klien, totalitas sekaleee :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer