Novel Online: Kakak Kelas dari Mimpiku (Bab 2)
Selama upacara pembukaan MPLS berlangsung, Sandy sama sekali tidak bisa fokus.
Dia bisa merasakan sepasang mata tajam Natha terus mengawasinya dari atas podium pengurus OSIS. Dan ternyata, Bianca dan Keira juga merasakan hal yang sama.
“Ini perasaanku aja, atau emang dari tadi Kak Natha ngelihatin ke arah sini terus sih?” Keira yang selalu peka suasana berbisik pelan.
“Menurutku juga gitu! Jangan-jangan… Kak Natha naksir Sandy,” sahut Bianca ikut menanggapi sambil menaik-turunkan alisnya menggoda Sandy.
“Berisik! Diam kalian. Nanti kita kena hukum lho…” protes Sandy sambil memelototi kedua sahabatnya yang sudah ia kenal sejak SMP itu.
Sampai upacara selesai, Sandy tetap merasa gelisah. Dia bahkan tidak ingat apa isi sambutan panjang kepala sekolah pagi itu. Kepalanya terlalu penuh memikirkan bagaimana mungkin sosok dari mimpinya bisa berdiri nyata di sana.
***
“Wah, kamu lahir di London, San?”
Farel yang duduk di depan Sandy bersama Bianca tiba-tiba menengok, membaca lembar biodata yang sedang diisi gadis itu.
“Iya. Keren ya, Sandy,” timpal Keira.
Sandy hanya tersenyum menanggapi pujian sahabatnya.
“Eh, kamu ngapain baca-baca biodata Sandy? Naksir, ya? Hati-hati… sainganmu Ketua OSIS,” ucap Bianca sambil tertawa menggoda.
“Ngasal banget kalau ngomong, Bi.”
Sandy menjitak pelan kepala sahabatnya itu, membuat Bianca mengaduh manja disusul tawa dari Keira dan Farel.
“Oh ya, denger-denger Kak Natha itu murid pindahan, ya?” celetuk Bianca tiba-tiba, beralih ke topik hangat sekolah.
“Mulai deh, gosip terus…” sahut Farel. “Kerjain dulu tuh biodata, ntar keburu dikumpulin.”
“Ih, Farel sirik aja! Udah selesai juga ngisi biodatanya,” bela Bianca tidak mau kalah sambil mengibaskan rambutnya.
Sebelum Farel sempat membalas, pintu kelas mereka diketuk. Ibu Ratna, wali kelas mereka, berdiri di ambang pintu sambil menatap ke arah barisan Sandy.
“Sandy, bisa tolong Ibu sebentar?”
Sandy segera bangkit berdiri dan berjalan menghampiri guru berhijab itu.
”Tolong kumpulkan lembar biodata teman-teman sekelasmu, ya. Kalau sudah lengkap, tolong antarkan ke ruang guru,” pinta Ibu Ratna dengan ramah.
Setelah Bu Ratna pergi, Sandy mulai berkeliling mengambil kertas teman-temannya dibantu oleh Keira dan Bianca agar cepat selesai.
Namun, saat kedua sahabatnya itu hendak menemani ke ruang guru, Sandy menolak. Dia merasa tidak enak kalau harus merepotkan mereka terus.
Sembari berjalan sendirian di koridor menuju ruang guru, pikiran Sandy kembali melayang memikirkan kejadian mengejutkan tadi pagi saat upacara.
Bruk!
Karena kurang memperhatikan jalan, Sandy tidak sengaja tersandung undakan lantai. Tubuhnya limbung, dan setumpuk lembar biodata di tangannya langsung berhamburan ke atas lantai koridor yang sepi.
“Aduh, ceroboh banget sih,” umpat Sandy kepada diri sendiri.
Dia buru-buru berlutut, memunguti kertas-kertas yang berserakan dengan tergesa-gesa karena takut ada yang lewat.
Namun, baru beberapa lembar terkumpul, sepasang tangan lain lebih dulu bergerak gesit di hadapannya. Dalam sekejap semua kertas sudah terkumpul rapi.
Sandy mengangkat wajah untuk melihat siapa orang yang membantunya. Namun detik itu juga, jantungnya serasa copot saat mendapati Natha sedang berjongkok tepat di depannya.
Cowok itu menyerahkan tumpukan kertas ke tangan Sandy, lalu bangkit berdiri lebih dulu.
“Lain kali hati-hati,” ucap Natha dengan suara beratnya yang khas sembari menatap lekat mata Sandy.
Belum sempat Sandy menjawab, cowok itu sudah berbalik pergi begitu saja.
“Terima kasih!” seru Sandy sedikit keras.
Natha tidak menoleh. Dia hanya mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan memberikan tanda jempol.
Sandy tanpa sadar tersenyum melihat kelakuan kakak kelasnya itu, lalu buru-buru melangkah menuju ruang guru.
***
“Duh, baksonya pedas banget! Sambalnya kebanyakan nih,” keluh Bianca sambil mengipas-ngipas mulutnya dengan tangan saat jam istirahat di kantin.
“Lagian kamu sok-sokan minta sambal banyak,” cibir Farel yang sibuk memakan soto ayamnya.
“Kan nggak tahu sambalnya sepedas ini, Rel!” jawab Bianca kesal.
Tapi tiba-tiba ekspresi sebal di wajah Bianca berubah. Senyum jahil tersungging di bibirnya.
“San, itu ada Kak Natha baru masuk kantin,” bisik Bianca sambil menyenggol siku Sandy.
Sandy yang sedang berjuang menahan rasa panas di dalam mulutnya tidak menanggapi godaan Bianca.
Nasi goreng super pedas yang dia pesan sukses membuat bibirnya membara. Sialnya, dia belum sempat membeli minum karena tadi antrean di kios minuman sangat mengular.
“Sandy, ih!” gerutu Bianca.
“Apaan sih, lagi kepedesan ini.”
“Udah, jangan gosip mulu. Fokus makan aja kamu,” tegur Farel yang sebal Bianca membahas Natha terus.
"Tapi ini Kak Natha emang lagi ngelihatin meja kita, lho,” sahut Keira yang posisi duduknya tepat menghadap Natha.
"Ngawur. Mana mungkin Ketua OSIS merhatiin anak baru kayak kita," jawab Sandy, berusaha meredam debaran aneh di dadanya.
Tiba-tiba Keira menendang-nendang kaki Sandy di bawah meja, sambil alis matanya bergerak naik-turun memberi kode.
“Kenapa, Kei? Duh, pedas banget ih. Aku beli min—"
Pluk.
Ucapan Sandy terputus saat sebuah botol air mineral dingin yang masih berembun tiba-tiba diletakkan di atas meja, tepat di samping piring nasi gorengnya.
Sandy mendongak dan tersentak. Natha sudah berdiri di samping mejanya.
"Eh? Kak Natha?" Bianca sampai tersedak kuah baksonya karena syok.
Natha tidak merespons pekikan Bianca. Cowok itu hanya menatap lekat ke arah Sandy.
“Jangan makan terlalu pedas. Nanti sakit perut,” ucap Natha sebelum akhirnya berlalu pergi.
Suasana di meja mereka mendadak hening seketika. Farel, Bianca, dan Keira melongo, bergantian menatap botol minum dan punggung Natha yang kian menjauh.
"Demi apa, San?! Kamu dikasih minum sama Ketua OSIS?!" pekik Bianca akhirnya pecah, sampai menggebrak meja kantin.
Bisik-bisik di sekitar juga mulai terdengar.
"Tuh, kan! Apa kubilang, Kak Natha pasti naksir kamu, San!" Keira ikut menimpali dengan heboh.
"Kok bisa dia tahu kamu lagi kepedesan dan belum beli minum?" Farel ikut mengerutkan kening, menatap Sandy dengan pandangan menyelidik.
Sementara teman-temannya heboh, Sandy hanya bisa terdiam. Dia memandangi botol air mineral dingin itu dengan perasaan campur aduk yang sulit dijelaskan logika.
***
Catatan penulis:
Halo semua!
Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca Bab 2 cerita ini.
Kakak Kelas dari Mimpiku adalah novel online saya yang tayang di Goodnovel. Novel ini statusnya masih on going. Masih sangat jauh menuju tamat karena direncanakan sampai 150 bab. Hahahha... Panjang sekali ya.
Bagi kalian yang ingin membaca lanjutannya, kalian bisa langsung membacanya di link ini. Untuk novel di Goodnovel bisa dibaca gratis dengan menonton iklan. Satu hari dibatasi 10 bab kalau tidak salah. Namun saya tetap mengupload di blog ini sampai bab 7 saja, ya.
Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, kritik, atau saran. Dukungan dari kalian akan sangat berarti dan membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya



Teringat jaman sekolah jadinya
BalasHapusWalaupun gak ngalamin naksir naksiran gitu, haha ... Tapi suasana jaman sekolah di cerita ini terangkat banget ya. Pada umumnya anak remaja jatuh cinta atau oiber gitu kan ceritanya khas seperti ini ya
Tapi kayanya antara Natha dan Sandi seperti ada yang belum terungkap nih
Penasaran jadinya...
Kerasa banget deskripsi masa-masa SMA-nya, apalagi tentang pertemanannya. Berhasil banget bagian ini membawa kenangan pada masa-masa putih abu berpuluh tahun silam :)
BalasHapusSeperti masih jauh terungkap relasi Natha dan Sandy, ya. Tapi tak apa, kita tunggu episode-episode selanjutnya. Apakah Natha juga ada hubungannya dengan London? Let's see.
Aw.. Aw.. momen Sandy dan Natha bak sedang dalam kisah romansa yang gereget, lalu kemudian makin lengket, dan apakah nantinya akan tercipta kisah yang bikin hati cerewet hehe.
BalasHapusCuss Kak lanjutkan kisah kakak OSIS Natha,
dengan romansa membahana,
yang membuat hati berbunga-bunga,
sambil mengingat masa-masa remaja
Soooo sweet banget sieee...ini cerita bikin kita kembali ke masa2 sma looo waktu jamannya kita naksir kakak kelas yang jadi idola wkwkwk...tiap ada yg agak bening langsung deh salah tingkah sendiri wkwkwk..padahal yaa siapa kitaa...tapi bolej kan ngayal jaman dulu mumpung bermimpi itu gratis hehehe
BalasHapusWaaaah bab 1 nya aku belum baca niiiih 😅😅. Kayaknya ntr harus mundur dulu biar bisa tahu awalnya gimana.
BalasHapusKalau baca ttg momen SMA gini, LGS nostalgia jadinya ðŸ¤ðŸ˜„.
Penasaran kenapa sandy sampe mimpiin kakak kelasnya, trus malah jumpa di sekolah.
Seru banget ngikutin alur ceritanya yang ngalir natural dan nggak ngebosenin. Karakter Sandy sama temen-temennya juga kerasa hidup banget, kayak circle pertemanan remaja pada umumnya yang suka heboh sendiri.
BalasHapusSemangat ya nulisnya meskipun targetnya sampai seratus lima puluh bab. Pasti bakal makin seru dan bikin penasaran tiap minggunya. Nanti aku coba mampir baca kelanjutannya di Goodnovel juga.
Kayaknya Natha naksir Sandy deh. Makanya Sandy happy ini, karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Jadi walau Natha cool dan ga banyak bicara, tapi dari perhatian-perhatianya pada Sandy, sudah menyiratkan perasaannya. Perkiraan saya, bab berikutnya ada cewek yang jadi saingan Sandy untuk mencuri hati Natha hehehe.
BalasHapusWah, mengenang kembali masa-masa SMA! Ceritanya ringan dan enak diikuti.
BalasHapusDalam cerita ini, interaksi Sandy dengan teman-temannya terasa natural, sementara kemunculan Natha pelan-pelan bikin penasaran.
Bagian botol air di kantin juga jadi penutup yang manis sekaligus bikin pembaca ingin tahu, sebenarnya Natha sudah tahu banyak tentang Sandy sejak kapan. Cerita ini memang cocok banget untuk genre romance remaja dengan sedikit misteri.
Gimana ga klepek2 tuh Sandy diperhatiin ama Natha sang ketua OSIS? Lha temennya aja udh rame bgt tuh gosipin. Sandy msh terdiam, terpaku dan tersenyum aja.
BalasHapusKira2 ada hubungan apa ya Sandy dan Natha ini? Mana doi lahir di London lagi. Pasti blesteran dong Sandy ini.
Gpp mbak sampe 150 episode. Asal ceritanya asyik gini, gw pantengin deh ampe kelar. Wkwkwk
Wah novel baru lagi! Baca cerita ini beneran bikin aku teringat masa SMA yang mana suka naksir kakak kelas dan kantin adalah tempat paling pas buat bisa ketemu sama kakak kelas ini. Hihi
BalasHapusNah asiknya ada yang baru lagi apalagi kisah cinta nostalgia dari SMA yang pastinya membuncah berasaan dan juga ceritanya dan menurut saya sepertinya soal taksir menaksir ini selalu seru untuk dibahas deh
BalasHapusCiyeeee khas drakor banget nih jatuh2in buku2 atau kertas2 trus dibantuin mungut2 hahaha :D
BalasHapusBtw doal biodata aku malah keinget angkatan kita kan suka tuker2an biodata di buku notes, kalau anak zaman now tahu deh masih melakukannya apa gak, keknya tukeran sosmed kali ya =))
Kalau aku jadi Sandy mungkin nggak mau GR dulu, atut banget sama plot twist kalau ternyata Natha adalah saudaranya wkwk :D
Tapi temen2nya kompor mledug banget yaa. Tapi masih mending ketimbang mereka naksir orang yang sama sih yaaa =))
Sandy yang diberi minum kok saya yang salting. Ya kalau ingat masa abu-abu putih memang masa paling indah dan penuh warna. Tapi jujur saya jadi semakin penasaran dengan Sandy, apakah anak ini memiliki kemampuan membaca sesuatu yang belum terjadi atau bagaiman? ditunggu kelanjutannya ya Kak, tambah penasaran soalnya.
BalasHapusKlise gemesnya dapet banget kak achi. Walau ga pernah relate wkwkwk. Seru nih ditunggu kelanjutan ceritanya ya..
BalasHapusYeay, akhirnya baca lagi cerita tentang kisah cinta di sekolah. Naksir kakak kelas, cerita yang memang khas di masa masa sekolah ya
BalasHapusKangeenn banget sama school-lyfee..
BalasHapusRasanyaa.. inilah dulu yaa.. jaman-jaman childish yaaang bikin kita geli sendiri kalo mengingatnyaa..
Sandy ini cuma numpang lahir atau memang ada darah bulenya?
Hehehe.. visualnya langsung terbayang wajahnya Krystal Jung.
entah kenapa aku malah langsung keinget sama dealova, novel atau film yang viral tahun 2000an. ceritanya bagus juga nih kalau dijadikan film, khas anak remaja gitu yang diem-diem naksir dan mau, aku bacanya berasa kayak ada kupu-kupu di perutku
BalasHapusAku bacanya sambil senyum-senyum lho hehehe. Filming banget ini novelnya. Obrolan dan adegannya sederhana tapi saling berkaitan. Sandy pasti makin kebingungan sama segala hal yang tiba-tiba selalu ada Natha, seolah beneran paham banget apa yang dialami dan di rasakan Sandy. Part paling gong pas ngasih minum, OMG kok bisa tau dia hahaha, apakah Sandy beneran keliatan kepedesan maksimal?
BalasHapusbagian awal dalam cerita ini memang cukup menarik karena sosok sandy sepertinya selalu jadi objek pengamatan bagi para senior saat mpls berlangsung dan ini sudah berlaku sejak dulu he he. apalagi sosok sandy punya nilai plus hem... pasti jadi incaran senior.
BalasHapusAku ngebayangin adegan Natha tabrakan sama Sandy, dibikin slow motion gituuu terus dipakein soundtrack yang biasa dipake FTV, hahahaha. Mosok aku kebayangnya gitu yaaaa, hihii
BalasHapusMbaaak, doakan yaa. Ku juga lagi ingin mencoba menulis tulisan buku pertamaku niih. Bismillah, semoga bisa selesai :D