Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 5)
Mobil kembali meluncur ke arah kantor Swargo Boemi. Sepanjang perjalanan, Nayla hanya bisa menunduk menatap gaun biru mudanya, sesekali menyentuh rambut yang kini terasa lebih ringan setelah ditata. Ia masih merasa seperti bermimpi. Tadi pagi, ia hanya seorang gadis pencari kerja dengan tas lusuh. Kini ia pulang bersama pakaian baru, tas baru, dan penampilan yang bahkan ia sendiri nyaris tak mengenali.
Setibanya di kantor, Ratna melangkah lebih dulu dengan langkah mantap. Nayla mengikutinya, berusaha menyesuaikan tempo. Kali ini, meski masih gugup, ada sedikit rasa percaya diri yang menyelinap di hatinya.
Saat hendak memasuki ruang kerja, salah satu sekretaris menghampiri Ratna.
“Dokumen kontraknya sudah saya letakkan di meja, Bu,” lapornya.
Ratna hanya mengangguk singkat, lalu melanjutkan langkah menuju ruangannya yang megah.
Di atas meja kerjanya sudah tertata sebuah map berwarna biru. Ratna membuka halaman demi halaman dokumen itu, memastikan isinya sesuai dengan instruksi yang telah ia berikan. Setelah yakin, ia menandatangani kontrak tersebut, lalu menggeser map ke hadapan Nayla.
“Ini kontrak kerjamu, Nayla. Bacalah dengan saksama sebelum menandatangani.”
Dengan tangan sedikit gemetar, Nayla menerima berkas itu. Matanya menyusuri deretan kata-kata yang tercetak di atasnya. Deskripsi pekerjaan, aturan jam kerja, hingga kewajiban yang harus ia patuhi. Semua masih bisa ia pahami. Sampai akhirnya matanya berhenti pada satu bagian.
Jumlah gaji.
Nayla terbelalak. Mulutnya nyaris terbuka, tapi ia buru-buru menahannya. Angka yang tertera jauh di atas bayangannya. Bahkan lebih besar daripada gaji tetangga-tetangganya yang bekerja di kantor besar sekalipun.
“Bu… maaf, sepertinya ada kesalahan ketik di bagian gaji,” ucap Nayla dengan suaranya tercekat.
Ratna menatapnya dengan tenang. “Tidak ada kesalahan, Nayla. Itu memang gaji yang akan kamu terima.”
“Tapi… jumlah ini terlalu besar untuk saya. Saya belum punya pengalaman apa pun.”
Ratna menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Nayla dengan sorot bersahaja. “Saya tidak membayar pengalamanmu, Nayla. Saya membayar dedikasi, kesungguhan, dan kesediaanmu untuk belajar mengikuti ritme saya. Itu jauh lebih berharga daripada sekadar pengalaman.”
Hening sejenak. Nayla menunduk, menatap angka di kontrak yang membuat dadanya berdebar semakin kencang. Tangan mungilnya bergetar saat menggenggam bolpoin.
Perlahan, ia menandatangani lembar kontrak itu. Sebuah tanda tangan yang tak hanya mengikat perjanjian kerja, tapi juga awal dari babak baru dalam hidupnya.
Ratna tersenyum, lalu meraih dokumen itu kembali sambil mengulurkan tangan.
“Selamat bergabung, Nayla.”
Nayla menyambut uluran tangan itu dengan gugup. Ia masih sulit mempercayai semua keajaiban yang datang begitu tiba-tiba.
“Urusan kita sudah selesai. Sekarang kamu bisa makan siang dulu di bawah sambil menunggu Pak Darma. Beliau masih beristirahat. Selesai makan kamu tunggu di longue, ya. Nanti Pak Darma yang akan mengantarmu pulang, sekaligus membawa barang-barang belanjaan tadi.”
Nayla hanya bisa mengangguk. Lidahnya terasa kelu.
Ratna menekan tombol interkom. Memanggil sekretarisnya. Tak lama, seorang perempuan muda masuk.
“Dini, tolong antar Nayla ke ruang staf di bawah. Ajak dia bertemu Pak Andi. Seperti biasa.”
Dini mengangguk, lalu memberi isyarat agar Nayla mengikutinya. Sebelum keluar ruangan, Nayla membungkuk sopan ke arah Ratna.
“Terima kasih, Bu. Terima kasih banyak…”
Ratna hanya tersenyum.
“Sampai jumpa hari Senin. Jangan terlambat.”
***
Pagi menjelang siang, setelah kakeknya keluar dari rumah sakit, Arsa mengajak Tomi menikmati brunch di salah satu kafe modern di tengah kota. Kafe itu termasuk salah satu tempat favorit eksekutif muda untuk makan siang.
Interiornya memadukan dinding bata ekspos dengan jendela besar berbingkai hitam. Meja-meja kayu panjang tampak berkilap ditemani kursi-kursi bergaya minimalis. Sebagai latar, musik akustik mengalun lembut. Pengunjung di sana sebagian besar mengenakan setelan kerja, membuat suasana kafe terasa hidup namun tetap profesional.
Arsa duduk di sudut ruangan, berhadapan dengan Tomi yang sedang menyalakan tablet di atas meja. Mereka memesan truffle pasta untuk Arsa, wagyu burger untuk Tomi, dan dua gelas es americano.
“Gimana kabar Kakek, Mas?” tanya Tomi sambil menyesap minumannya.
“Baik. Dokter bilang cuma dehidrasi.” Arsa menghela napas, lalu menatap ke luar jendela. “Tapi beliau tetap ngotot pesta ulang tahunnya harus jalan.”
Tomi mencondongkan tubuh ke arah Arsa. “Dan soal pacar sewaan itu, masih tetap lanjut?”
“Tentu saja. Reynand pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk mempermalukan aku nanti sore. Aku tidak bisa datang sendirian.”
“Mas Arsa sudah baca email yang saya kirim? Sudah sempat kontak Alina?” Tomi bertanya sekali lagi.
“Belum. Kemarin dari rumah sakit aku langsung tidur. Capek banget. Pagi ini juga sibuk mengurus kepulangan Kakek. Ayah dan Reynand ada meeting, Mama wawancara pegawai baru, jadi aku yang kebagian tugas. Tapi aku percaya pilihanmu, Tom. Nanti di jalan menuju restoran akan kulihat.”
“Semoga semua berjalan lancar ya, Mas. Alina bilang siap ketemu jam dua siang di restoran tempat acara. Gaun biru muda selutut, rambut panjang, dan membawa sebuket bunga lili putih.
“Bunga itu masih terasa berlebihan buatku. Tapi sudahlah, siapa tahu bisa bikin Kakek senang.”
Sejenak mereka terdiam, hanya terdengar suara sendok dan garpu beradu di meja.
Lalu Tomi berbisik, “Mas, kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya lihat Mas Arsa gugup menghadapi sesuatu.”
Arsa meneguk kopinya. “Kamu salah, Tom. Aku bukan gugup. Aku hanya sedang menyiapkan pertunjukan terbesar dalam hidupku.”
***
Mobil putih yang dikendarai Alina melaju pelan menyusuri jalan perumahan yang lengang. Deretan rumah modern berdiri rapi di kanan kiri, sebagian besar penghuninya masih berada di kantor, sehingga jalanan terasa sepi.
Masih ada satu setengah jam sebelum janji temu mereka. Alina sengaja berangkat lebih awal karena tak ingin terlambat. Ia harus bersikap profesional, apalagi kliennya kali ini seorang eksekutif muda yang cukup dikenal di lingkaran pergaulan. Tampan dan baik hati. Begitulah citra Arsa yang sering dibicarakan orang. Dan yang terpenting, Arsa juga cinta pertamanya. Meskipun sudah lama mereka tidak bertemu.
Lagu lembut dari radio menemani, sementara di jok sebelahnya sebuket bunga lili putih terbaring manis. Alina tersenyum kecil, membayangkan wajah pria yang akan menyambutnya nanti.
“Aku sudah tidak sabar bertemu lagi dengan Arsa,” gumam Alina sambil mengecek penampilannya lewat kaca spion tengah.
Tiba-tiba, seekor kucing liar melompat dari balik pagar rumah dan menyeberang tepat di depan mobil. Refleks, Alina membanting setir ke kanan. Ban mobil menghantam pembatas jalan, tubuhnya terhentak keras ke depan. Bunga lili putih di jok penumpang pun ikut terlempar jatuh ke lantai mobil.
Alina mengerang, pandangannya berkunang-kunang. Kepalanya terbentur cukup keras. Nafasnya tersengal, lalu gelap.
Beberapa warga yang sedang melintas berlari menghampiri setelah mendengar suara benturan. Seorang satpam komplek yang sedang patroli ikut datang dan buru-buru membuka pintu mobil.
“Mbak! Mbak, nggak apa-apa?” tanya satpam itu panik.
Namun Alina tidak merespons.
“Cepat telepon ambulans, sepertinya dia pingsan!” seru satpam itu pada warga lain.
Salah seorang warga segera menghubungi nomor darurat. Tak lama kemudian, suara sirine meraung memasuki area perumahan. Petugas medis bergegas turun, lalu menggotong tubuh Alina yang tak sadarkan diri ke atas tandu.
Setelah pintu ambulans tertutup, mereka pun melaju pergi. Menyisakan suara sirine yang semakin menjauh.
Baca bab selanjutnya >>>
***
Catatan penulis:
Halo semua!
Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca Bab 5 cerita ini.
Aku Untuk Kamu adalah novel online saya yang kedua. Novel ini tayang di KBM App, tapi sayangnya belum tamat, baru sampai Bab 35. Bagi kalian yang ingin membaca lanjutannya, kalian bisa langsung membacanya di link ini. Untuk novel ini berbayar, ya. Jadi saya hanya akan mengunggah di blog ini sampai Bab 7 saja. Hehehe...
Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, kritik, atau saran. Dukungan dari kalian akan sangat berarti dan membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya.



Selain ditulis dengan sangat rapi, ceritanya juga menarik :) lama juga aku nggak baca novel kayak gini dan aku juga beberapa kali mendengar tentang KBM app (pernah baca satu novel juga di sana). Kayaknya menulis di KBM app sangat berpotensi ya. Semoga novel Aku untuk Kamu ini banyak yang baca ya mbak. Amiiin.
BalasHapusWaaaa, makin ciamik nih jalan ceritanyaaa!
BalasHapusGa sabar euy buat nunggu kelanjutannya.
Yang jelas, kalo banyak pembaca di KBM App, makin mantab jiwa ya Mbaa
Kereen mba, terus berkarya ya
Uwaaaah makin penasaran dibuat cerita iniiii 😂😍😍😍. Alina malah pingsan, tp pas baca ciri2 baju yg dipakai, kok jadi inget bajunya Nayla 😄. Apakah nanti akan tertukar antara Alina dan Nayla 🤭. Ga sabaaar ih baca kelanjutannya mba...
BalasHapusIni kayak lagi nonton ongoing Drakor, cuma yg ini versi tulisan 😄👍
Seperti clue DRES selutut warna biru itu bakalan ketuker sama Nayla?
BalasHapusBukan Alina yg jadi pacar sewaan Arsa. Melainkan Nayla?
Tapi Arsa ini anak Ratna bukan sih?
Jangan jangan sebenarnya Nayla dan Arsa adik kakak?
Penasaran banget sama kelanjutannya. Btw, jangan-jangan nanti malah Nayla yang kepilih jadi pacar sewaan Arsa? Soalnya alur sama dress code-nya pas banget, gaun biru muda! Mana kasihan banget Alina malah kecelakaan.
BalasHapusWah dress biru. Kayaknya Nayla bakalan jadi korban salah orangnya Arsa nih. Ntar pasti Nayla ribet. mana baru masuk kerja pula. Hahaha
BalasHapusBu Ratna baik banget dah sama Nayla, sampai nominal gajinya sesuatu banget, kan jadinya kepengen punya bos macam tu.
BalasHapusEh tapi, Bu Ratna baiknya memang baik beneran kan? Bukan karena ada gayung di balik baskom? Soale ini novel belum kelar nih ceritanya... Ah jadi penasaran
Baca Bab 5 ini bikin aku jadi nebak-nebak hubungan tiga scene di bab ini, Mbak. Scene Nayla, Arsa, dan Alina awalnya seperti berjalan sendiri-sendiri, tapi di bagian akhir mulai terasa ada benang merah yang sengaja disiapkan. Bener nggak?
BalasHapusApalagi setelah Alina kecelakaan dan detail gaun biru muda itu muncul lagi. Kayaknya bakal jadi awal dari kekacauan karena Nayla dan Alina tertukar, atau justru ada plot twist lain yang sama sekali nggak kepikiran? 😂
Wah, aku bingung. Sik sik, apakah Nayla dan Alina ini orang yang sama ya?
BalasHapusBtw bu Ratna kok baik banget, curiga, apakah Nayla ini anaknya
Rapi dan menarik banget alur ceritanya. Kalau boleh ku tebak, nanti yang dianggap Alina jangan-jangan Nayla nih? Hehehe pembaca sok tahu dan hobi nebak yakkk.
BalasHapusBut, makin penasaran sama kelanjutannya mbak. Ini endingnya akan dibukukan kah?
Yaaah...gimana atuh Arsa gak jadi dong ketemu Alina....saya masih menebak nebak niih apa hubungannya kisah Nayla bu Ratna dengan Tomi, Arsa dan kakeknya. Seruu ceritanya....
BalasHapusAduh gimana dong jadinya Arsa belum ketemu sama Alina ini gara-gara kucing nakal yang seberang itu dia yang kecelakaan deh Terus itu gimana kisah Nayla apa memang nyambung dengan kisah ini gimana lagi kelanjutannya sih
BalasHapusUdah muncul tokoh baru nih dllm cerita ini. Makin seru. Mkn bnyk konflik. Kyknya semua berasumsi Nayla bakal menggantikan Alina utk jd pacar Arsa deh. Apakah dugaan kita benar pemirsa? Hehe
BalasHapusAtau malah ada plot twist di akhir nanti? Entahlah.
Wah wah konfliknya udah dimulai niihh. Di satu sisi ada kehidupan karakternya yang mulai berjalan lancar, sisi lain ada karakter yang lagi apes.
BalasHapusYang aku tunggu nih keterkaitan antara karakter2nya, nih mbak. Semoga bisa membaca next episode, eaaa, episode, lu kira drama haha :D
waduh gimana nih nasib Alina dan Arsa? Dan apakah hubungan kedua orang ini dengan Nayla ya? Apakah mereka akan bertemu di persimpangan? jadi makin penasran sama ceritanya
BalasHapusJadi penasaran dengan gaji Nayla, berapa juta ya? Sepertinya jauh di atas UMR.
BalasHapusWah ada yang pingsan, sakit apa ya? Penasaran lanjutannya deh
Makiiiinn pelik boosque... ini kayanya bakal ada plot twist ni. Ada apa dengan gaun ...gimana kelanjutan hubungan mereka ... kyaaa penasaran kak achi sama kelanjutannya. ❤️
BalasHapusini jadi cerita yang membuat penasaran banyak pembaca karena endingnya masih harus diselesaikan. jujur memang alur ceritanya cukup releate dengan kondisi saat ini. good job
BalasHapusGemeeccc banget sama alurnya..
BalasHapusJadi penasaran sama jalan cerita berikutnya...
Antara pacar sewaan yang nantinya bakal jadi pendamping hidupnya Arsa.
Co cwiitt~