Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 2)
Di sebuah apartemen mewah di pusat kota, seorang pria muda berusia dua puluh tiga tahun duduk termenung di sofa, menatap kosong ke arah jendela kaca besar yang menampilkan gemerlap kota di malam hari. Dialah Arsa Wirasatya, kandidat pewaris salah satu perusahaan tekstil terbesar di negeri ini.
Seharusnya, hidup Arsa berjalan mulus. Uang bukan masalah, jaringan luas, masa depan hampir terjamin. Tapi ada satu hal yang terus mengusik pikirannya, yaitu tantangan sang ayah.
“Siapa yang menikah lebih dulu akan menjadi penerus ayah sebagai CEO. Namun, pemenangnya baru bisa naik jika bertahan dalam pernikahan itu lebih dari sepuluh tahun tanpa skandal apa pun.”
Artinya, tak ada yang bisa menggantikan posisi Robin Wirasatya—ayah Arsa—setidaknya untuk satu dekade ke depan. Aturan aneh itu tak seorang pun berani membantah, termasuk Arsa.
Kenapa harus adu cepat menikah?
Robin memiliki kekhawatiran tersendiri. Kedua anak lelakinya sudah berusia lebih dari dua puluh tahun, tapi belum pernah sekalipun menjalin hubungan serius dengan perempuan. Desas-desus miring tentang orientasi seksual mereka pun mulai beredar. Selain itu, Robin meyakini bahwa cinta hanya bertahan empat tahun, sisanya murni komitmen. Ia ingin anak-anaknya belajar memegang komitmen itu dengan sungguh-sungguh.
Trauma lama membuat keyakinan itu makin kuat. Istri pertamanya meninggalkan Robin tepat di ulang tahun pernikahan kelima mereka, demi seorang CEO muda perusahaan real estate terkemuka. Saat itu, Robin baru menjabat sebagai direktur, sementara kursi CEO masih diperebutkan dengan kakaknya.
Kini, posisi Arsa nyaris sama. Ia harus bersaing dengan kakaknya, Reynand, putra dari istri pertama Robin. Reynand arogan, menyebalkan, dan selalu mencari celah untuk membuatnya kalah. Dalam sebuah pesta keluarga, Arsa yang terbawa emosi sudah terlanjur sesumbar.
“Aku sudah punya pacar. Minggu depan akan kubawa dia ke ulang tahun Kakek,” ucapnya penuh percaya diri di depan Reynand.
Dan sekarang, hanya tinggal empat hari menuju pesta ulang tahun itu. Masalahnya, Arsa benar-benar tidak punya pacar. Bahkan untuk sekadar PDKT pun ia tak punya waktu.
Ia meremas rambutnya dengan frustrasi. “Bodoh. Kenapa mulutku cepat sekali bicara?” gerutunya.
Dalam kepanikan, hanya satu jalan keluar yang terlintas di kepalanya yaitu mencari pacar sewaan.
Dengan cepat, ia menekan salah satu nomor di daftar kontaknya. Begitu panggilan diangkat, tanpa basa-basi Arsa langsung berkata, “Tom, aku butuh pacar.”
Di kamar kosnya, Tomi, asistennya yang setia, hampir menjatuhkan ponsel yang digenggamnya.
“Ma—maaf, Mas? Maksudnya gimana?”
“Aku butuh pacar sewaan. Cari yang bisa diajak akting. Cantik, pintar bicara, dan bisa bikin Reynand cemburu saat melihatnya,” kata Arsa tanpa jeda.
Tomi terdiam beberapa detik, mencoba mencerna permintaan gila dari bosnya.
“Itu… permintaan yang agak ekstrem, Mas. Tapi—” ia menelan ludah, “saya akan coba carikan.”
Panggilan pun berakhir. Arsa menyandarkan tubuh ke sofa, lalu menutup mata. Ia tahu rencana ini gila. Tapi harga dirinya sudah terlanjur dipertaruhkan di depan Reynand. Dan lebih dari itu, kursi CEO pun kini ikut menjadi taruhannya.
***
Sehari sebelum pesta ulang tahun sang kakek, suasana kantor Arsa terasa lebih tegang dari biasanya. Ia baru saja menutup map hasil rapat ketika pintu ruangannya diketuk pelan.
“Mas Arsa, boleh masuk?” Suara Tomi terdengar dari balik pintu.
“Masuk,” jawab Arsa singkat.
Tomi membuka pintu dan melangkah mendekati meja Arsa sambil membawa tablet di tangannya. Ekspresinya serius, seolah hendak melaporkan sesuatu yang sangat penting.
“Saya sudah menemukan, Mas.”
Arsa mengangkat alis. “Menemukan apa?”
“Wanita yang cocok dan bersedia jadi pacar sewaan Mas Arsa."
Arsa langsung duduk tegak di kursinya. “Serius? Jangan bercanda, Tom.”
“Serius, Mas. Profilnya sudah saya kirim via email. Ada data singkat, nomor kontak, dan fotonya.” Tomi membetulkan letak kacamatanya sebentar sebelum melanjutkan. “Dia memenuhi kriteria cantik, bisa akting, pintar bicara, dan saya rasa cukup memukau untuk membuat Mas Reynand cemburu saat melihatnya.”
Arsa mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. “Kapan aku bisa bertemu dengannya?”
“Besok, langsung di restoran tempat acara ulang tahun Kakek,” jawab Tomi cepat. “Pukul dua siang. Dia akan mengenakan gaun selutut berwarna biru muda, rambut digerai panjang, dan membawa sebuket bunga lili putih supaya mudah dikenali.”
Arsa memijat pelipisnya. Tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Buket bunga? Ini pertemuan keluarga, Tom, bukan adegan film romantis.”
Tomi mengangkat bahu. “Itu permintaan dia sendiri, Mas. Katanya biar bisa diberikan ke Kakek.”
Arsa menatap asistennya, lalu menghela napas panjang. “Baiklah. Besok jam dua. Semoga saja aktingnya cukup meyakinkan. Kalau gagal, aku bisa jadi bahan tertawaan Reynand seumur hidup.”
“Tenang saja, Mas. Semua sudah saya atur."
Begitu Tomi keluar ruangan, Arsa hendak menyalakan komputer untuk membuka email, namun dering ponselnya memecah kesunyian. Nama “Ayah” terpampang jelas di layar.
Arsa mengernyit. Jarang sekali sang ayah menelepon langsung. Biasanya hanya melalui sekretaris. Ia pun segera mengangkatnya.
“Halo, Yah?”
Suara berat Robin Wirasatya terdengar terburu-buru di seberang. “Arsa, segera ke Rumah Sakit Keluarga Kita. Kakekmu tadi pingsan saat kunjungan ke proyek pabrik baru.”
“Apa? Seberapa parah kondisinya?” Nada suara Arsa tidak dapat menutupi keterkejutannya.
“Ayah juga baru sampai. Cepatlah datang, kita bicarakan nanti di sini.”
Setelah itu sambungan terputus.
Arsa menatap ponsel di tangannya dengan wajah cemas. Semua rencana tentang “pacar sewaan” yang baru saja disusun, mendadak terasa sepele dibanding kabar tentang kakeknya. Ia berdiri, meraih jasnya, lalu melangkah cepat keluar kantor.
***
Kamar VIP rumah sakit itu terasa tenang, dengan aroma antiseptik samar yang bercampur wangi bunga segar dari vas di sudut ruangan. Di atas ranjang, seorang pria tua berusia lebih dari delapan puluh tahun duduk bersandar dengan selang infus menempel di lengannya. Meski wajahnya pucat, senyum hangat tetap menghiasi bibirnya. Dialah Wiryawan Wirasatya, kakek Arsa, sekaligus pendiri kerajaan bisnis keluarga mereka.
Arsa masuk tergesa, menghela napas lega saat melihat sang kakek tampak baik-baik saja. Di samping ranjang, ayahnya yang sudah lebih dulu datang, duduk santai sambil mengupas buah. Sementara di sofa dekat jendela, Reynand bersandar dengan ekspresi datar. Seolah hanya menunggu momen untuk membuat Arsa jengkel.
“Kakek…” Arsa menghampiri, memegang tangan keriput itu dengan lembut. “Bagaimana kondisinya?”
Wiryawan tersenyum, menatap Arsa penuh rasa sayang.
“Ah, tadi Kakek hanya dehidrasi karena kepanasan saat kunjungan proyek. Dokter bilang tidak apa-apa, cukup istirahat, banyak minum dan makan yang bergizi.”
“Syukurlah. Barusan Mama telepon aku. Katanya meeting-nya baru selesai, jadi segera meluncur ke rumah sakit. Ponsel Ayah dihubungi, tapi tidak aktif.”
Robin merogoh saku celananya dan mendapati layar ponselnya gelap.
“Ah, iya. Ayah tidak sadar kalau baterainya habis.”
Ia pun beranjak, berjalan ke arah sofa untuk mengambil pengisi daya dari dalam tas yang terletak di samping Reynand. Kesempatan itu dimanfaatkan Arsa untuk duduk di kursi yang ditinggalkan ayahnya.
“Ngomong-ngomong besok ulang tahun Kakek tetap jalan, ya.” Wiryawan menatap putra dan kedua cucunya bergantian. “Tidak ada alasan untuk membatalkan hanya karena hal sepele begini. Keluarga besar sudah diundang, tamu penting juga akan hadir.”
Senyum sinis tersungging di bibir Reynand. “Betul, Kek. Jangan sampai batal. Aku sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan pacar Arsa.”
Arsa spontan menoleh, tapi menahan diri untuk tidak terpancing. Wiryawan menepuk tangannya pelan, seakan meredakan ketegangan yang tak kasatmata.
“Arsa,” ucap Wiryawan lembut, “besok kamu jadi membawa pacarmu, kan?”
Arsa gugup, tapi tetap mencoba tampil percaya diri. “Iya, Kek. Besok akan kukenalkan.”
Mata tua itu berbinar penuh harap. “Bagus. Mumpung Kakek masih ada, Kakek ingin melihat kalian berdua menikah.”
Robin menimpali dengan nada serius. “Dengar itu, Rey. Kamu besok juga bawa pacarmu. Atau jangan-jangan kamu sudah mau menyerah pada Arsa?”
Reynand terkekeh, matanya menyipit dengan kilatan licik yang hanya bisa dipahami Arsa. “Santai saja, Ayah. Aturannya jelas, siapa yang menikah lebih dulu. Bukan siapa yang lebih cepat membawa pacar ke hadapan keluarga.”
Ruangan itu mendadak terasa lebih dingin bagi Arsa. Senyum kakeknya memberi kehangatan, namun tatapan Reynand membuat dadanya sesak.
Dalam hati, Arsa hanya bisa bergumam,
“Besok segalanya harus berjalan sempurna.”
***
Catatan penulis:
Halo semua!
Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca Bab 2 cerita ini.
Aku Untuk Kamu adalah novel online saya yang kedua. Novel ini tayang di KBM App, tapi sayangnya belum tamat, baru sampai Bab 35. Bagi kalian yang ingin membaca lanjutannya, kalian bisa langsung membacanya di link ini. Untuk novel ini berbayar, ya. Jadi saya hanya akan mengunggah di blog ini sampai Bab 7 saja. Hehehe...
Jangan ragu untuk meninggalkan komentar, kritik, atau saran. Dukungan dari kalian akan sangat berarti dan membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya



Waa makin seru ceritanya nih mbaaa
BalasHapusmemang kalo masalah hidup orang-orang the haves tu berkisar di siapa yg mewarisi apa ya? Dan kudu kewong dgn syarat ketentuan berlaku wkwkwkw.
Drakor "Business Proposal" menggambarkan hal tsb dgn sangat detail
mbaaa asri...aku suka dengan novel2 nyaaa....berhasil bikin kepo hehe....novel yang ringan tapi seru mbaaa...
BalasHapusbtw kalo soal pacar sewaan ini aku juga pernah baca sie di novel apa yaa lupa judulnya tapi trus berakhir hepi ending kan yang baca juga ikutan seneng yaa harapannya terpenuhi...klo yang ini gimana kelanjutanny aapakah ada sesuatu didalamnya :)
whaaa udah beda judul lagi aja ini, yang kemaren belom kelar lho aku baca, ahihihi.
BalasHapusBtw mbak, baca premis ceritanya kok aku langsung teringat sama film love for sale yaaa? Manalah yang meraninnya juga artis kawakan, ada gading martin sama della dartyan. Weleh, mirip-mirip konsepnya macem pacar sewaan juga.
Ini masih awal cerita banget si ya. Blm ada kejelasan si ceweknya gimana, cantik dan pintar akting apa ngga. masih ngawang semua.
Moga aja udah terjawab di bab berikutnya :)
Ini masih lanjutannya si Nayla kemarin, Mas. 😁
HapusJangan sampai Reynand sama Arsa rebutan pacar. Pas Arsa mengenalkan pacarnya. Ternyata, cewek itu malah orang yang mau dinikahi Reynand.
BalasHapus'Kan jadi bentrok gila-gilaan. Nggak hanya urusan rebutan kursi Si-I-O ntar. Malah, rebutan cewek. Hehehe
jujur aku pas baca cerita ini agak bingung nih ini cerita yang mana ya? tapi pas baca cerita sebelumnya akhirnya tahu ini pov cowoknya ya kayaknya. btw baca bagian ini aku malah ingat sinetron terikat janji yang mana tokoh utama wanitanya juga tiba-tiba menyewa cowok buat jadi pacarnya hehe
BalasHapusKonsep pacar sewaan buat ngelawan Reynand bikin gemes, apalagi liat Arsa panik sendiri gara-gara ucapannya kepancing emosi pas pesta keluarga. Jujur aku malah suka sama karakter Tomi juga lucu, gugupan tapi dia setia. Hehehe.. :D
BalasHapusPacar sewaan dan keluarga konglomerat ini konfliknya nggak jauh dari warisan ya mbak. Hhihihi.. Jadi inget drama-drama gitu. Gimana ya lanjutan berikutnya?
Uwwuu.. bakalan serruu iniih...
BalasHapusBukan tentang siapa yang jadi pemenangnya... tapi cara ketemu sama si cewe yang unik karena ingin membawa buket bunga agar dikenali.
Aku jadi inget kang florist, mas Joong Ki di drama My Youth.
Kesannya adalah orang yang hangat dan perhatiaaann gituu..
Arsa jadinya mau bawa siapa nih?
BalasHapusPacar sewaan ini, jadi mengingatkan daku sama film Temen Kondangan, tapi sewaannya buat nemenin pas kondangan, bukan buat ngenalin ke keluarga hehe.
Hemmm, sesuatu dah yak demi jadi CEO.
Penasaran sih ama pacar sewaan yang bakal dikenalin ke Arsa. Apakah benar cantik dan pinter beneran? Atau dia malah mantan Reynand? Ntr malah berantem lagi.
BalasHapusUdh kyk cerita drachin nih. Main pacar sewaan. Ntr nikah beneran, suka deh. Akhirnya bahagia. Tp di sini bakalan beda deh. Bnyk plot twist yg aku sendiri juga ga tahu narasinya. Kita tggu kelanjutannya ya kak.
Banyak alternatif yg bisa terjadi nih 🤣. Si cewe sewaan bakal bikin Arsa jatuh cinta beneran, si cewe sewaan ternyata kenal juga Ama reynand, si cewe sewaan ternyata yg jatuh cinta beneran ke Arsa, tp Arsa ga mau 🤣🤣🤣. Reynand melakukan segala cara supaya bisa ngalahin Arsa juga
BalasHapusIssssh, terserah penulisnya dulu laaah 😄. Yg pasti ceritanya JD makin seru mba 👍
Asli ngakak sih sama kelakuan Arsa, impulsif banget gengsiannya sampai nekat nyari pacar sewaan. Tapi jujur, salut juga sama Tomi yang sat-set langsung dapet kandidat pas.
BalasHapusBtw, bagian Kakeknya yang ngebet pengen liat Arsa nikah makin bikin deg-degan. Mana si Reynand mukanya ngeselin banget lagi, kompor habis! Penasaran banget besok adegan di restorannya bakal sesuai rencana atau malah kacau gara-gara insiden rumah sakit ini.
Wah gawat ini kalau kakeknya sampai makin sakit melihat kondisi percintaan tiga antara rey arsa dan entah siapapun itu akan perkenalkan pastinya situ sendiri tidak nyaman dan mudah-mudahan tidak mempengaruhi kesehatan kakek ya
BalasHapusMenjadi asisten the have ini sepertinya bisa sering senam jantung ya, karena kadang-kadang permintaan sang bos seperti di luar nalar. Tapi untunglah sangat cakap dan bisa menemukan kandidat dalam waktu singkat. Ini nyari pasangan seperti nyari mainan di pasar he...he...he...
BalasHapusPremis ceritanya menarik banget ini sih. Dua tuan muda yang belum punya kekasih ditantang untuk menikah dan syarat nya detail juga. Base on trauma sang ayah pun ada porsinya yaa.
BalasHapusPenasaran sih, di hari ultah kakek nya, Arsa bakalan dapat pacar sewaan seperti apa? Apakah selanjutnya mereka saling jatuh cinta? Eaaaa. Berawal dari sewaan jadi cinta beneran.
Beneran ini saya sambil membaca sambil membayangkan suasananya. Menciptakan sosok Arsa, Reyhand, kakek Arsa dan Pak Robin...wkwkwk..mbak Asrie...ceriyanya seruuu niiih gak sabar membaca lanjutannya...kek apaa pacar sewaan Arsaa...😅😁
BalasHapusMulai banyak intrik nihhh.. Aku malah jadi curiga, jangan-jangan pacar sewaan Arsa ini nantinya malah bikin masalah baru di antara Arsa dan Reynand.
BalasHapusRempong banget bapaknya Arsa, padahal tinggal bagi2 warisan, aset, perusahaan pakai hukum negara/ agama aja jadi anak2nya nggak usah nikah karena kepaksa wkwk.
BalasHapusTapi denger2 emang begitulah kehidupan orang have, kelihatannya enak, tapi ada konsekuensinya, nggak kek kita2 ini, yang santuy. Belum dapat jodoh yawes ra sa maksa =)) .
Apakah nanti ini kisahnya dari pacar palsu akan menjadi pacar asli? Aspal, asli tapi palsu, eh, gimana hehe.
Ide ceritanya mengingatkan saya dengan ide cerita drama-daram Korea. Cerita tentang orang kaya yg punya warisan dan hanya bisa diwariskan kepada keturunannya jika sudah berumah tangga. Jadi kepikiran, apa memang begitu kehidupan orang tajir dalam kehidupan nyata? Hm, saya mau deh jadi jodoh aspal asal dapat warisan. Hahaha. Pikiran emak-emak mata duitanku bergelora ini.
BalasHapusWalau banyak drama dan novel yang angkat cerita pacar sewaan, seperti cerita ini, in the real life ada lho start up yg menyediakan jasa sewa pacar
BalasHapusHaha
Btw bagus ceritanya mbak, ditunggu kelanjutannya
Arsa percayalah kalau niatnya baik pasti dilancarkan
BalasHapusAndai saya masih muda, mau disewa asal cuma datang dan setor muka saja, haha
Biayanya cukup untuk skincare dan uang kuliah
Ah, mbak bisa banget bikin cerita yang bikin penasaran gini...
Arsaaa.... good luck!