Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Novel Online: Kakak Kelas dari Mimpiku (Bab 4)

Sandy pikir keputusannya untuk kabur kemarin sore sudah benar. Namun, dia meremehkan kegigihan seorang Natha. Menyadari suratnya diabaikan, Ketua OSIS itu memilih mengambil tindakan yang lebih agresif. ​Pada hari ketiga MPLS, saat jam istirahat baru saja dimulai, ketenangan Sandy kembali terusik. Seorang cowok berbadan gempal dengan ban TATIB di lengannya tiba-tiba berdiri tegak di depan meja Sandy. Nama di dadanya tertulis Bimo, salah satu panitia MPLS yang terkenal paling galak se-antero sekolah. "Sandy Senara? Ikut saya ke ruang OSIS sekarang," ucap Bimo tanpa basa-basi. "Maaf, Kak. Ada apa, ya? Rasanya saya nggak bikin salah apa-apa," jawab Sandy dengan suara yang sedikit gemetar. Ruang OSIS masih menjadi tempat yang paling Sandy hindari. Kalau bisa, seumur hidup dia tidak mau menginjakkan kaki ke sana. Bimo menghela napas, dia sudah menduga akan mendapat penolakan. Namun Bimo tidak kehabisan akal. Dengan cepat, dia menoleh ke arah pintu kelas dan melambaikan ta...

Postingan Terbaru

Novel Online: Kakak Kelas dari Mimpiku (Bab 3)

Novel Online: Kakak Kelas dari Mimpiku (Bab 2)

Novel Online: Kakak Kelas dari Mimpiku (Bab 1)

Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 7)

Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 6)

Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 5)

Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 4)

Novel Online: Aku untuk Kamu (Bab 3)